Warga Kedungmalang Upacara HUT RI di Sungai, Inspektur Berperahu | Selain Berita

Warga Kedungmalang Upacara HUT RI di Sungai, Inspektur Berperahu


Warga Kedungmalang Upacara HUT RI di Sungai, Inspektur Berperahu



Foto: Upacara kemerdekaan di sungai. ©2014 Selain Berita


Reporter: Rendy Saputra





Selain Berita - Warga Kedungmalang Upacara HUT RI di Sungai, Inspektur Berperahu | Kemeriahan peringatan upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-69, tidak hanya bisa dilakukan di sebuah tanah lapang atau puncak gunung. Bagi warga Desa Kedungmalang Kecamatan Sumbang Banyumas Jawa Tengah, seremoni upacara pun bisa dilakukan di Sungai Pelus yang membentang di wilayah mereka.





Sejak pukul 06.00 WIB, puluhan pemuda dan warga desa Kedungmalang di dusun I, sudah mulai menyiapkan atribut upacara yang digelar sederhana untuk perayaan kemerdekaan tahun ini. Hasil kreativitas untuk menunjang agenda ini sudah disiapkan. Beberapa di antaranya dua perahu yang hendak digunakan sebagai kendaraan yang mengantar pemimpin dan inspektur upacara dari bawah Jembatan Sungai Pelus.





"Perahu ini sudah dibuat oleh warga sejak beberapa hari yang lalu," ujar seorang warga Kedungmalang, Driyanto (40) saat ditemui, Minggu (17/8).





Menurutnya, warga bersama-sama membuat perahu dengan menaruh ban bekas agar bisa mengambang di atas air. Selain perahu, bendera sepanjang 25 meter juga nantinya akan dibentangkan di atas sebuah jalur pipa yang melintang di antara bekas reruntuhan puing pilar jembatan.





Menurut Kepala Dusun I Desa Kedungmalang, Edi Ruswanto, upacara di sungai ini merupakan ide dari pemuda yang ingin menyelenggarakan upacara dengan cara berbeda. "Kalau di tanah lapang sudah biasa, dan akhirnya tercetus ide untuk menggelar di Sungai Pelus," ujar pria berkumis ini yang juga menjadi pemimpin upacara pada acara tersebut.





Sekitar pukul 09.00 WIB, upacara dimulai selayaknya seremoni pada umumnya dari tingkat Istana Kepresidenan hingga sekolah. Yag menarik, saat memasuki area upacara, pemimpin dan inspektur upacara disambut dengan tepuk tangan dan tetabuhan alat rumah tangga yang dibawa ibu-ibu rumah tangga.





Upacara sendiri berlangsung khidmat dan disaksikan ratusan warga dari atas jembatan Sungai Pelus. Sedangkan, puluhan warga lainnya menjadi peserta upacara. Para peserta upacara ini, berdiri di sungai. Ada yang berdiri di atas bebatuan dan juga ada yang hanya terlihat tubuh bagian pinggang ke atas, karena bagian bawahnya berada di dalam air.





Penaikan bendera pun dilakukan dengan cara membentangkannya terlebih dahulu dan kemudian dikerek dengan tambang oleh delapan orang yang menarik tambang. Bagi warga yang menonton, kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri karena mereka belum pernah menyaksikan upacara di sungai. "Saya baru kali pertama lihat ini. Dan sangat menarik serta kreatif," ujar Marso yang menonton dari atas Jembatan Sungai Pelus.





Seperti upacara pada umumnya, kegiatan ini berakhir dengan pembubaran pasukan dan diikuti dengan sorai "pasukan ibu-ibu" yang mencipratkan air ke sesama peserta. Seorang peserta, Suswati (45) mengemukakan agenda kali ini sangat menarik. Dia berharap untuk selanjutnya bisa digelar kegiatan serupa. "Sebenarnya lebih enak upacara di sungai daripada lapangan mas. Dan juga tidak terasa dingin," ujarnya.


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda