Satelit Paling Aktif di Tata Surya Erupsi Lagi | Selain Berita

Satelit Paling Aktif di Tata Surya Erupsi Lagi


Satelit Paling Aktif di Tata Surya Erupsi Lagi


Foto: Ilustrasi daratan satelit Io. © Walter Myers




Selain Berita - Satelit Paling Aktif di Tata Surya Erupsi Lagi | Tidak hanya mempunyai deretan satelit terbesar di tata surya, planet Jupiter ternyata dikelilingi oleh benda langit dengan jumlah gunung berapi terbanyak.





Satelit Jupiter yang bernama Io merupakan benda langit yang paling aktif di tata surya. Hal ini didasari oleh jumlah gunung berapi di permukaannya yang mencapai 400 lebih. Aktivitas geologis ini disebabkan oleh tarikan kuat gravitasi Jupiter dan satelit-satelit raksasa lain terhadap kerak dan inti Io.





Meskipun satelit Jupiter ini hanya sebesar Bulan, suhu yang mengalir dari inti menuju kerak Io hampir 30 kali lebih panas dari yang ada Bumi. Ini menyebabkan kawah yang terdapat di permukaan Io bisa mencapai luas ratusan kilometer dan muntahan gas panasnya bisa setinggi 500 kilometer. Alhasil, para peneliti di Bumi bisa mengamati fenomena erupsi di Io dengan lebih jelas lewat teleskop infra merah.





Uniknya, tahun lalu ditemukan 3 gunung berapi raksasa yang meletus hampir bersamaan di permukaan Io. Berdasarkan observasi yang dilakukan menggunakan teleskop Gemini yang terletak di Hawaii, tercatat dua letusan gunung berapi dahsyat di Io pada bulan Agustus tahun lalu.





Letusan pertama ditemukan di gunung Rarog Petera dengan luas kawah hingga 120 kilometer dan suhu 770 derajat Celcius. Sedangkan letusan kedua terjadi di Heno Patera dengan luas kawah hingga dua kali lipat namun suhunya lebih dingin, hanya 450 derajat Celcius.





Sekitar dua minggu setelahnya, sebuah erupsi muncul di titik yang disebut dengan P171. Letusan P171 jauh lebih dahsyat dari dua erupsi sebelumnya karena memuntahkan material pijar dengan suhu hingga 1.600 derajat Celcius, Arstecnica (08/08).








Letusan P171 di satelit Io





Ahli astronomi dan geologi menganggap letusan ini menarik, karena erupsi dengan suhu di kisaran itu mirip dengan yang terjadi di Bumi ketika planet kita masih baru saja terbentuk miliaran tahun yang lalu.





Banyak peneliti yang percaya bila erupsi di satelit Io tidak hanya keluar dari gunung berapi saja, tetapi juga dari patahan-patahan yang sangat dalam yang membentang di permukaannya.


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda