
Foto: Ilustrasi Penganiayaan. ©2014 Selain Berita
Reporter: Heru Gustanto
Selain Berita - Samad: Kalau Saya Jadi Menteri, Siapa Yang Tangkap Presiden? | Menyambut HUT RI, sejumlah narapidana korupsi ikut dapat remisi. Menanggapi hal itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan pemberian remisi kepada narapidana harus selektif. Apalagi kepada narapidana yang tersangkut kasus korupsi.
"Kalau pada prinsipnya (remisi) lebih ketat, artinya kita harus berhati-hati. Jika narapidana koruptor dengan mudah diberikan remisi maka saya khawatir efek jera yang timbulkan terhadap pelaku korupsi tidak akan kena," kata ketua KPK Abraham Samad di taman fatahilah Kota Tua Jakarta Barat, Minggu (17/8).
Dia menyatakan Kemenkumham harus berhati-hati dalam memberikan kebijakan remisi. Sikap asal memberikan remisi tanpa pertimbangan harus ditinggalkan.
"Kementerian hukum dan HAM harus berhati-hati. Apalagi menggampangkan memberikan remisi," terang dia.
Selain itu, Abraham juga menolak ketika disinggung masuk dalam bursa calon menteri Jokowi-JK. Dia lebih memilih menjadi ketua KPK.
"Kalau saya jadi menteri pertanyaannya siapa yang menangkap presiden atau wakil presiden jika dia bersalah, biarkanlah orang lain. Saya ditugaskan oleh rakyat Indonesia menangkap para pejabat tinggi yang melakukan penyimpangan termasuk menteri presiden dan wakil presiden," pungkas dia.