Pedagang Solo Gelar Upacara HUT RI di Pasar Tradisional | Selain Berita

Pedagang Solo Gelar Upacara HUT RI di Pasar Tradisional


Pedagang Solo Gelar Upacara HUT RI di Pasar Tradisional



Foto: Warga Semarang gelar upacara HUT RI. ©2014 Selain Berita


Reporter: Deddy Santosa





Selain Berita - Pedagang Solo Gelar Upacara HUT RI di Pasar Tradisional | Upacara peringatan HUT Republik Indonesia (RI) ke-69 di Solo, tak hanya digelar di lapangan, sekolah atau instansi dan perkantoran. Namun juga berlangsung di sejumlah pasar tradisional, yakni di Pasar Gede dan Pasar Nongko, Banjarsari.





Meski sempit, tak mengurangi kekhidmatan peringatan detik-detik proklamasi tersebut. Ratusan pedagang larut dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-69 itu.





Di Pasar Nongko upacara digelar di bagian tengah kios pedagang. Seluruh petugas upacara berasal dari para pedagang. Baik pengibar bendera, komandan hingga inspektur upacara.





Usai melakukan serangkaian upacara, para pedagang memotong tumpeng nasi liwet. Selanjutnya tumpeng tersebut dibagikan ke pengunjung dan seluruh pedagang pasar.





Kepala Dinas Pengelola Pasar, Subagyo mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya membangkitkan semangat para pedagang. Menurutnya, hari kemerdekaan tak hanya milik pelajar, pegawai atau pejabat saja.





"Peringatan HUT RI juga milik pedagang. Mereka juga ingin mengisi kemerdekaan, ingin memeriahkan seperti yang lain," ujarnya.





Subagyo menjelaskan acara tersebut juga sebagai wujud penghargaan dari pedagang kepada bangsa dan negara Indonesia. "Ini untuk merangkai semangat dan jiwa para pedagang. Untuk membangkitkan semangat juang dan cinta kepada tanah air," katanya.





Haryono (53), inspektur upacara yang juga pedagang kikil sapi menambahkan, acara tersebut merupakan ide dari pedagang. Mereka juga ingin memeriahkan ulang tahun kemerdekaan RI.





"Kita juga ingin pitulasan (17-an) mas. Para pedagang di sini antusias, mereka iuran semampunya untuk bikin tumpeng," ucapnya penuh semangat.





Ia ingin di usia Indonesia yang semakin matang, perekonomian semakin membaik. Suasana stabil, aman dan ditata lebih bagus.




"Kalau suasananya aman, kita bekerja juga lebih nyaman, pendapatan kita akan meningkat. Rakyat semakin sejahtera. Tapi syaratnya jangan ada korupsi," pungkasnya.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda