
Foto: Gunung Slamet batuk. ©2014 Selain Berita
Reporter: Dudi Anggoro
Selain Berita - Menggeliat, Gunung Slamet Kembali Keluarkan Lava Pijar | Aktivitas Gunung Slamet yang hingga kini masih berstatus waspada, kini mulai menggeliat kembali. Lontaran lava pijar kini mulai terlihat dari sekitar lereng gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.
Padahal, di hari sebelumnya tidak terlihat adanya lava pijar dari puncak Gunung Slamet. Ketua Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan, Pemalang, Sudrajat, mengatakan sejak 24 jam terakhir terlihat lava pijar dari Gunung Slamet.
Dari pengamatan kami, terlihat tujuh kali lontaran lava pijar dengan ketinggian 100-500 meter. Padahal, sebelumnya tidak tampak lontaran tersebut," katanya, Jumat (8/8).
Meski begitu, Sudrajat menyatakan status Gunung Slamet sampai saat ini masih berstatus waspada.
Selain lava pijar, ia mengemukakan nampak sinar api pijar sebanyak 11 kali dalam 24 jam terakhir. Jumlah tersebut lebih banyak dari hari sebelumnya yang hanya tercatat adanya 4 kali sinar api.
"Ketinggiannya mencapai 50-500 m. Selain itu, suara dentuman juga meningkat," ujar Sudrajat.
Dari pos pengamatan, kata Sudrajat, sebelumnya terdengar tujuh kali dentuman. Tetapi pada Kamis hingga Jumat dini hari tercatat 15 kali suara gemuruh dan dentuman.
Sudrajat mengatakan, aktivitas Gunung Slamet yang meningkat juga ditandai adanya gempa tremor harmonik serta letusan abu. Letusan abu terjadi delapan kali dengan ketinggian antara 200-800 m ke arah barat. Sementara untuk gempa hembusan tercatat 380 kali dan gempa letusan 46 kali, katanya.
Sampai saat ini, Gunung Slamet masih tertutup bagi para pendaki yang akan naik ke puncak. Merujuk pada rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Sudrajat menyatakan masih berlaku dilarangnya aktivitas dalam radius dua kilometer dari puncak.