
Foto: Jokowi salat Idul Fitri di Balai Kota. ©2014 Selain Berita
Reporter: Rafie Ardiansyah
Selain Berita - Jokowi Tidak Yakin ISIS Berkembang di Indonesia | Presiden terpilih periode 2014 Joko Widodo (Jokowi) tidak menyakini warga Indonesia tidak akan mudah terpengaruh untuk bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Walaupun saat ini telah muncul video perekrutan kelompok mereka dan mengajak umat Islam di Indonesia bergabung.
Namun, Jokowi mengharapkan agar tetap waspada dan memperjelas posisi ISIS di Indonesia. "Kalau menurut saya tidak (berkembang di Indonesia). Tapi tetap, kita harus juga tetap waspada. Tidak boleh dibiarkan," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/8).
Sebelumnya, Profesor Greg Barton, pakar keamanan dari Monash University, mengatakan, kelompok itu melihat potensi kuatnya dukungan dari Indonesia.
"ISIS menyasar langsung kepada warga Indonesia di dalam video ini karena ini merupakan wilayah untuk mendapat potensi dukungan," kata Barton.
"Ada sejumlah besar warga Indonesia sudah pergi ke sana dan mereka bisa melihat potensi untuk mendapatkan lebih banyak lagi."
Pekan lalu, Abu Bakar Baasyir telah menyatakan dukungan kepada ISIS.
Pemerintah Indonesia kini menerapkan program deradikalisasi di penjara-penjara yang bertujuan untuk mencegah penyebaran jihad setelah insiden bom Bali.
Tapi Barton mengatakan program deradikalisasi di penjara Indonesia masih dalam tahap uji coba.
"Tidak ada program sistematis dan bahkan tidak ada pedoman jelas tentang apa yang perlu dilakukan."
ISIS, yang merupakan kelompok garis keras beraliran Sunni, telah menyatakan "khalifah" Negara Islam pada awal bulan ini setelah merebut sejumlah wilayah di Irak dan Suriah dan menyatakan Abu Bakr al-Baghdadi sebagai pemimpinnya.
ISIS telah merilis sejumlah video beberapa pekan terakhir yang menampilkan para pejuang dari Jerman, Kanada dan Chile. Media sosial digunakan sebagai alat bagi para pejuang ISIS untuk menyebarkan pesan mereka dan mendorong kaum muslim tinggal di Barat untuk menyatakan dukungan mereka kepada ISIS.
Barton mengatakan sudah saatnya bagi Australia untuk membantu Indonesia.
"Ini sangat tepat bagi kita untuk terlibat dengan pihak berwenang Indonesia dan membantu mereka berdasarkan apa yang telah kita pelajari dalam meredam dan memperlambat aliran warga yang pergi ke Timur Tengah," jelas Barton.