Fahri Sebut Persaingan Prabowo dan Jokowi Sehatkan Demokrasi | Selain Berita

Fahri Sebut Persaingan Prabowo dan Jokowi Sehatkan Demokrasi


Fahri Sebut Persaingan Prabowo dan Jokowi Sehatkan Demokrasi



Foto: Fahri Hamzah. ©2013 Selain Berita


Reporter: Irwan Setyabudi





Selain Berita - Fahri Sebut Persaingan Prabowo dan Jokowi Sehatkan Demokrasi | Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS, Fahri Hamzah menilai pengelompokkan yang terjadi antara Kubu Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK saat Pilpres 2014 baik untuk demokrasi. Menurut dia, ada polarisasi dan kristalisasi yang akan berdampak pada masyarakat dan kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik, khususnya persaingan politik yang sehat.





"Koalisi dua kelompok seperti yang terjadi saat ini harus terus dipertahankan. Hal ini penting karena akan ada polarisasi positif dalam masyarakat Indonesia. Artinya setiap hari masyarakat akan punya afiliasi yang secara terus menerus tergambar pada kekuatan politik yang ada dan itu mewakili ide dan pikiran yang akhirnya pikiran itu diperlombakan di antara dua kubu ini," kata Fahri dalam pesan singkatnya, Jumat (8/8).





Anggota Komisi III DPR ini menyatakan koalisi permanen di kubu Prabowo-Hatta akan melakukan check and balance. Dia pun mengibaratkan persaingan antara Prabowo dan Jokowi ibarat Republikan dan Demokrat di Amerika Serikat. Hal ini, kata dia, membuat dinamika dan berkompetisi politik menjadi sangat sehat.





"Di Amerika Serikat, ada dua kubu kekuatan yakni Demokrat dan Republik atau di belahan negara lainnya juga ada liberal dengan konservatif. Jadi jangan juga ada niat untuk melemahkan masing-masing kubu. Biarkan kedua kubu ini terus berkompetisi secara sehat dan biarkan rakyat yang menilainya. Biarkan supaya ada perimbangan terhadap tesis dan anti tesis," tegas dia.





Dia merasa yakin, tidak akan terjadi perpecahan di antara partai koalisi permanen yang sudah dibentuk dan dideklarasikan ini. Meskipun dalam prosesnya, banyak partai yang di internalnya sendiri bergejolak karena mendukung kubu yang berseberangan.





"Semua ingin demokrasi lebih sehat lewat konsistensi terhadap ide dan nilai perjuangan," tandasnya.





Seperti diketahui, persaingan dua kutub politik baru terjadi di Pilpres 2014 sejak pasca reformasi. Prabowo-Hatta didukung tujuh partai yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, PAN, PPP, PKS dan PBB. Sementara Jokowi-JK, didukung oleh PDIP, PKB, Hanura dan PKPI.





Kubu Prabowo-Hatta sudah berkomitmen melakukan koalisi permanen sampai pemerintahan periode 2014-2019 selasai. Namun koalisi ini diragukan sejumlah pihak. Internal Golkar, Demokrat dan PPP bergejolak dan tidak satu suara mendukung koalisi permanen ini.


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda