Upacara HUT RI Tempo Doeloe Digelar di Tugu Muda Semarang | Selain Berita

Upacara HUT RI Tempo Doeloe Digelar di Tugu Muda Semarang


Upacara HUT RI Tempo Doeloe Digelar di Tugu Muda Semarang



Foto: Ilustrasi Penganiayaan. ©2014 Selain Berita


Reporter: Heru Gustanto





Selain Berita - Upacara HUT RI Tempo Doeloe Digelar di Tugu Muda Semarang | Untuk memupuk jiwa nasionalisme dan patriotisme di antara puluhan anggotanya, Semarang Onthel Comunity (SOC) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 69 di Kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Jawa Tengah Minggu (17/8) pagi.





Sebanyak 60 anggota SOC dengan mengenakan pakaian khas para pejuang Indonesia ala tempo doeloe, berbaris rapi terbagi dalam beberapa barisan. Suasana upacara ini terlihat lain daripada yang lain. Pasalnya, puluhan peserta upacara dengan mengenakan pakaian zaman semasa perang kemerdekaan Indonesia dulu.





Ada yang mengenakan topi ala penjajah inlander, ada yang mengenakan kamera kuno, sepatu kulit zaman penjajahan belanda, topi tantara ala Jepang dan lainya. Suasana semakin kental selain diiringi dengan lagu-lagu perjuangan tempo dulu juga berjajar puluhan sepeda classic yaitu sepeda onthel kuno seperti gazele dan lainya.





Inspektur Upacara (Irup) M Bob Riza yang juga Ketua SOC menyatakan upacara ini sudah sebanyak tujuh kali setiap tahunya pada saat HUT Kemerdekaan RI berlangsung.





"Setiap tahun kami secara bersama-sama melakukan upacara bendera di Kawasan Tugu Muda dan Lawangsewu ini. Tujuanya supaya bisa memupuk rasa jiwa nasionalisme dan patriotisme antar sesama anggota kami," ungkapnya.





Upacara yang gelar secara sederhana ini bahkan menarik perhatian beberapa pemakai jalan karena rasa ingin tahu yang besar suasana klasik dan suasana masa perjuangan dulu.





Tak sedikit beberapa pemuda, remaja serta pelajar yang melewati kawasan Tugu Muda, menghentikan perjalanannya dan sepeda motornya kemudian membaur ke puluhan peserta upacara untuk 'berselfi' (berfoto bersama). Selain jarang ditemui, suasana upacara yang dilakukan oleh SOC yang bersekertariat di Puspogiwang Nomor 22 Kota Semarang. Ini bagi mereka juga sangat menarik.





"Sengaja ingin berfoto bersama. Ini momen bagus, jarang dan langka. Makanya, begitu usai pulang sekolah juga usai upacara 17-an kami langsung menyempatkan diri kesini untuk selfi, bahasa gaulnya," tutur Wawan salah seorang pelajar SMA 3 Kota Semarang yang berada di Jalan Pemuda Kota Semarang itu.




Ke depan, kegiatan upacara ini menjadi agenda tetap organisasi hobbies atau pecinta sepeda antik di seluruh Kota Semarang ini.



"Sebetulnya masih ada pecinta benda klasik lainya tetapi kebetulan upacara ini hanya dilakukan oleh para pecinta dan hobies sepeda klasik pada jaman penjajahan jepang maupun Belanda," pungkasnya.



Usai melakukan upacara, selain memperdengarkan suara steling (sirine kuno) yang ada di beberapa sepeda secara bersama juga disulut beberapa petasan kembang api. Seolah-olah para peserta upacara dan penonton serta penikmat upacara terbawa suasana pada masa penjajahan dulu kala.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda