
Foto: Twitter. ©2012 Selain Berita
Selain Berita - Twitter Bakal Disesaki Iklan Berbentuk Video? | Setelah bulan lalu Twitter resmi mendukung aktivitas 'chatting' dengan gambar animasi atau GIF, kali ini salah satu jejaring sosial terbesar di dunia tersebut tengah melakukan uji coba fitur video yang dipastikan membuat 'pengiklan' bahagia.
Seperti yang dilansir oleh Tech Radar (13/08), Twitter telah meluncurkan sebuah program video baru bernama 'Promoted Video' yang memungkinkan pengiklan atau perusahaan rekanan Twitter mengunggah dan mendistribusikan iklan berbentuk video.
Berhasil atau tidaknya sebuah iklan-iklan tersebut menarik minat tweeps (sebutan pengguna Twitter) akan ditentukan berdasarkan jumlah 'favorite' dan 'retweet' yang diterima. Karena program ini masih dalam tahap 'beta', para analis Twitter akan mengumpulkan data terkait kemajuan iklan video ini dan membandingkannya dengan iklan berbentuk postingan biasa.
Tak ayal, banyak yang memprediksi Twitter akan dipenuhi oleh semakin banyak iklan bila tes beta 'Promoted Video' berhasil. Di satu sisi, hal ini sangat berguna untuk mengembangkan dan memperluas konten yang bisa didapat di Twitter. Namun, pastinya tidak sedikit pengguna yang tidak ingin laman Twitter-nya 'dikotori' oleh terlalu banyak iklan.
Dalam program 'Promoted Video' kali ini, Twitter juga menerapkan sistem pembayaran iklan baru, yakni 'Cost Per View' (CPV). Sehingga, Twitter bisa mendapatkan keuntungan ketika tweeps memutuskan untuk melihat video-video iklan tersebut.