
Foto: SBY konpers Wikileaks. ©rumgapres/abror rizki
Reporter: Rafie Ardiansyah
Selain Berita - SBY Prihatin Terhadap Penyebaran Virus Ebola di Afrika | Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa prihatin terhadap penyebaran virus ebola yang marak di wilayah Afrika Barat. Beberapa kesempatan, saat sidang kabinet, SBY menyinggung terkait penyebaran virus tersebut.
"Presiden tentunya sangat mengetahui dan bahkan sudah menyinggungnya di beberapa pertemuan kabinet. Kita sungguh prihatin atas merebaknya penyakit ini di Afrika Barat," ujar Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, saat dihubungi, Jumat (8/8).
Menurut Faizasyah, SBY sendiri menjadi Ketua Panitia dalam Panel tingkat tinggi (co-chairs UN High Level Panel) di pertemuan Millenium Development Challenges (MDGs) di Liberia, 2013. SBY bersama Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dan PM Inggris David Cameron memimpin pertemuan itu.
"Terlebih lagi Bapak Presiden dan Presiden Liberia serta PM Inggris bersama-sama adalah Co-chairs (Ketua Panitia) High Level Panel untuk Post 2015 Development Agenda. Salah satu pertemuan HLP berlangsung di Monrovia, Liberia dan Presiden SBY pun ke sana." Jelasnya.
Faizasyah menambahkan, WNI diimbau agar berhati-hati dengan penyebaran virus ini. WNI diminta jangan terlebih dulu bepergian ke lokasi yang terindikasi virus ebola ini.
"Mengenai travel restriction yang dilakukan sejauh ini adalah advisory, memperingatkan WNI berhati-hati kalau bepergian ke wilayah tersebut," ujarnya.
Badan Kesehatan Dunia (WHO), korban meninggal akibat ebola telah mencapai 932 orang. Dari jumlah itu, sedikitnya 282 orang berasal dari Liberia.
Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf mengatakan status darurat dalam menghadapi wabah penyebaran virus ebola akan diberlakukan selama 90 hari dan pada periode itu beberapa hak sipil mungkin harus dibekukan.