
Foto: Foto Supersemar1-ANRI. Arbi Sumandoyo
Reporter: Heru Gustanto
Selain Berita - SBY Minta Jangan Ada Dokumen Penting Hilang Seperti Supersemar | Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginginkan pengarsipan dokumen-dokumen penting negara dilakukan dengan benar. SBY membentuk tim khusus untuk menyiapkan arsi-arsip penting selama pemerintahannya selama 10 tahun, dari 2009-2014.
"Tim sudah dibentuk melalui Menteri Sekretaris Negara untuk penyiapan arsip nasional selama 10 tahun terakhir," kata Presiden Yudhoyono saat membuka rapat terbatas di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Jumat (8/8).
SBY mengingatkan jangan sampai terjadi ada dokumen historis atau dokumen yang memiliki nilai sejarah tinggi tidak diketahui di mana yang orisinal atau aslinya seperti yang pernah terjadi terkait dengan dokumen Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret). Hingga kini tak diketahui di mana naskah asli dokumen yang membidani peralihan kekuasaan Orde Lama ke Orde Baru tersebut.
"Marilah kita letakkan tradisi administrasi negara modern sehingga insyaAllah administrasi kita juga menjadi lengkap," kata SBY.
Menurut Presiden, penyiapan arsip nasional tersebut memiliki arti yang penting karena banyak dokumen negara yang rencananya akan diserahkan kepada pihak Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).
Sejumlah dokumen yang dipersiapkan antara lain terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Kerja Pemerintah (RKP), APBN dan APBN Perubahan.