Pengacara Dirampok Depan PN Surabaya, Rp 180 Juta Raib | Selain Berita

Pengacara Dirampok Depan PN Surabaya, Rp 180 Juta Raib


Pengacara Dirampok Depan PN Surabaya, Rp 180 Juta Raib



Foto: Ilustrasi Pencurian. ©2014 Selain Berita


Reporter: Irwan Setyabudi





Selain Berita - Pengacara Dirampok Depan PN Surabaya, Rp 180 Juta Raib | Hendak masuk ke Kantor Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur, seorang pengacara dirampok empat pria tak dikenal dengan senjata tajam, Jumat sore (8/8). Tak urung, uang tunai Rp 180 juta di dalam tas milik Rusmiarti Fattah alias Atik-pun amblas dibawa kabur pelaku yang berboncengan dengan dua kendaraan bermotor tersebut.





Ceritanya, sekitar pukul 15.15 WIB, pengacara perempuan itu baru saja turun dari Taksi di Jalan Arjuno Surabaya. Namun, saat menyeberang jalan menuju Gedung PN Surabaya, secara tiba-tiba datang dua kendaraan bermotor yang dikemudikan empat orang tak dikenal secara berboncengan.





Para pelaku merampas tas milik Atik dengan mengacungkan senjata tajam ke arah pengacara yang kerap membela perkara di pengadilan yang berada di Jalan Arjuno tersebut. Spontak Atik berteriak: Rampok.





"Mendengar teriakan itu, kita kaget dan melihat ke arah korban. Kami melihat ada empat orang menggunakan dua motor merampas tas korban, yang katanya ada uang Rp 180 juta," terang salah satu penjaga PN Surabaya, di lokasi kejadian.





Salah satu penjaga yang berjaga di pintu utama pengadilan itu, juga mengungkap kalau dia dan rekan-rekannya sempat melihat pelaku mengacungkan pedang ke arah korban dan beberapa orang di lokasi kejadian.





"Setelah berhasil merampas tas korban, keempatnya lari ke arah Pasar Tembok atau menuju arah Jalan Semarang. Kemudian kami menenangkan korban dan menyarankan lapor ke Polsek Sawahan," katanya.





Sekitar pukul 16.30 WIB, perempuan berambut sebahu itu masuk ke SPKT Polsek Sawahan untuk membuat laporan. Sayangnya, usai membuat laporan, Atik masih enggan mengomentari peristiwa yang baru saja menimpanya itu. Dia hanya mengatakan: Nanti saja. "Sebentar, belum waktunya (diwawancarai)," kata dia singkat.





Sementara Kapolsek Sawahan, AKP Gathut Bowo Supriyono yang dikonfirmasi wartawan, membenarkan kejadian tersebut. "Memang, korban tadi sudah melapor. Saat ini, anggota juga sudah mengajak korban ke TKP. Untuk jumlah kerugian, secara rinci saya belum tahu, tapi yang jelas laporan sudah kita terima dan masih kita proses," tandas dia.


Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda