
Foto: Ganjar blusukan. ©2013 Selain Berita
Reporter: Heru Gustanto
Selain Berita - Jembatan Comal Macet, Ganjar Minta Angkutan Barang Dialihkan | Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendesak Menteri Perhubungan EE Mangindaan untuk segera mengalihkan seluruh angkutan barang yang melintas di Jembatan Comal, Pemalang, Jawa Tengah ke gerbong-gerbong kereta milik PT KAI dan kapal-kapal di pelabuhan.
Pasalnya, saat ini terjadi kondisi darurat di Jembatan Comal yang membutuhkan pengalihan jalur secara cepat supaya tidak berdampak pada kemacetan. Kemudian berakibat terganggunya arus penyebaran logistik dan sembako secara nasional.
"Kita butuh tangannya Pak Menteri Perhubungan (EE Mangindaan) untuk persoalan Jembatan Comal ini memindahkan angkutan-angkutan yang super berat yang melintas di Jembatan Comal ke rel kereta atau dengan kapal laut. Kalau itu bisa dilakukan akan sangat-sangat membantu," tegas Ganjar Pranowo kepada merdeka.com Rabu (13/8) di Ruang Kerja Lantai 2 Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng di Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah.
Desakan itu dilakukan Ganjar usai terjadinya kecelakaan truk angkutan barang patah tonase di Pantura Barat, Selasa (12/8) kemarin tepatnya di Kawasan Ciregol karena kelebihan tonase. Kecelakaan itu mengakibatkan kemacetan sangat parah di wilayah jalur Bumiayu dan Banyumas, Jawa Tengah.
"Saya prihatin ternyata itu berdampak terjadi stagnasi atau kemacetan di Banyumas dan Bumiayu. Inilah nampaknya yang kemarin menjadi kecelakaan dan saya minta maaf kepada masyarakat. Saya langsung koordinasi dengan kepolisian dengan kementrian perhubungan dengan bupati setempat kita carikan alternatif," ungkapnya.
Ganjar juga menjelaskan jika pengalihan jalur tetep dilakukan tanpa adanya pengalihan angkutan barang dari melintas jembatan Comal ke gerbong kereta atau kapal laut maka terjadi kerusaka jalan.
"Kalau jalan rusak parah, sebenarnya belum rusak parah. Ditakutkan bisa rusak parah iya! Maka ini situasinya situasi darurat. Kalau situasi darurat kita harus melakuan itu. Itu kalau tidak dialihkan kesana stagnasi dan kemacetan terjadi luar biasa. ini resiko harus diambil. Kita sudah perhitungkan dari awal kalau itu dimasukan dari tonase berlebihan jalan akan rusak," ungkapnya.
Selain ancaman rusaknya jalur alternatif, Ganjar juga meminta kepada pengusaha-pengusaha angkutan membantu proses pemindahan angkutan barang dari jalur pantura ke kapal dan gerbong kereta.
"Maka saya minta untuk pengusaha angkutan-angkutan saya minta tolong saya dibantu untuk itu biar kita lebih lancar. Maaf karena akibat ini ada cost bertambah. Jadi saya minta pengertian untuk masyarakat kita harus memberikan jalur celah agar mereka bisa lewat. Sementara truk-truk bisa menjemput di titik-titik tertentu membawa angkutan berupa sembako dialihkan ke kapal atau gerbong," pungkasnya.