Gugah Nasionalisme, Supardi Nyebur Ke Sungai Bersama Merah Putih | Selain Berita

Gugah Nasionalisme, Supardi Nyebur Ke Sungai Bersama Merah Putih


Gugah Nasionalisme, Supardi Nyebur Ke Sungai Bersama Merah Putih



Foto: Supardi nyebur bersama bendera merah putih. ©2014 Selain Berita


Reporter: Benny Wijaya





Selain Berita - Gugah Nasionalisme, Supardi Nyebur Ke Sungai Bersama Merah Putih | Puluhan warga Kota Semarang Jawa Tengah memperingati HUT RI ke-69 dengan mengibarkan bendera Merah Putih di pelataran Tugu Suharto di Sampangan, Minggu (17/8) sekitar pukul 07.00 WIB. Monumen tersebut berada tepat di tengah Sungai Kaligarang.





Bahkan, seusai upacara, Supardi, (53), salah seorang warga Kampung Ringin Telu RT 05/RW I, Kelurahan Kalipancur Kecamatan Ngaliyan Semarang, mengatakan langsung terjun ke dalam sungai berkedalaman 4 meter itu.





"Saya sengaja menceburkan diri ke dalam sungai karena sudah mempunyai nazar bila upacara HUT RI di tengah sungai ini sukses dilaksanakan pada Minggu pagi tadi," akunya.





Supardi mengungkapkan, ide menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di tengah sungai itu berawal dari gagasan pengurus RW setempat. Sebelumnya para pengurus RW I Kalipancur memang mengadakan rapat untuk membahas pengibaran bendera saat HUT RI ke-69.





"Saya lalu ditunjuk untuk menjadi komandan upacara. Setelah ditunjuk, saya langsung survei ke lokasi upacara kemudian setelah dilihat kondisi air sungai mulai surut maka saya putuskan membuat tiang bendera dan gladi bersih bersama warga untuk mempersiapkan upacara HUT RI di Tugu Suharto," ujar Supardi.





Menurut Supardi prosesi pengibaran bendera di tengah sungai dilakukan untuk menumbuhkan nasionalisme bagi warga setempat. Sebab, selama ini rasa nasionalisme warga Ringin Telu masih dirasakan sangat kurang.





"Selama ini sulit mengoordinir anak-anak muda di sini untuk ikut upacara," kata Supardi.




Sementara itu, Suradi, warga Ringin Telu RT XI / RW01 juga mengungkap hal serupa. Menurutnya, upacara bendera di tengah sungai ini merupakan momentum langka.



"Karena pada tahun sebelumnya hanya ada upacara di lapangan saja," terang Suradi.



Ketua RW I Kampung Ringin Telu, Suharno menyebutkan, rangkaian upacara di tengah sungai merupakan kali pertama diadakan oleh warganya. Selain itu, dia juga ingin mengajak warga mengenang napak tilas sejarah perjuangan Presiden RI ke-2 Suharto dalam membangun Monumen Tugu Suharto di Kampung Ringin.



"Biasanya hanya tirakatan dan kungkum. Tapi kali ini dilakukan upacara di pelataran Tugu Suharto khusus untuk mengenang jasa-jasa Pak Harto," jelas Suharno.



Monumen Tugu Suharto, awalnya dibangun oleh penguasa Orde Baru itu pada awal tahun 90-an. Dahulu, lokasi monumen hanya terdapat sebongkah tiga batu besar. Kemudian oleh warga dibuat menjadi tugu setinggi 10 meter.



"Dulu itu lokasinya mepet sama jalan menuju Kampung Ringin Telu. Tapi lambat laun tanah pembatasnya tergerus air sungai sehingga membuat lokasi Tugu Suharto bergeser sejauh 2 meter hingga sekarang berada di tengah sungai," ucapnya.

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda