
Foto: Jembatan Comal ambles. ©2014 Selain Berita
Reporter: Benny Wijaya
Selain Berita - Dilewati Truk dan Bus, Jembatan Comal Kembali Ambles | Amblesnya jembatan Comal di Jawa Tengah terulang untuk kedua kalinya. Jika pada kejadian pertama jembatan Comal ambles sedalam 20 centimeter, kali ini untuk kedua kalinya terjadi pada Jumat (8/8) petang lalu sedalam 15 centimeter.
Hasil penelusuran di sekitar jembatan Comal Sabtu (9/8), selain kondisi pondasi jembatan yang labil dan tak kuat, amblesnya jembatan Comal akibat tetap nekatnya truk muatan yang melintas yang menghubungkan antara Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Pekalongan ini.
Padahal, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Menteri PU Djoko Kirmanto sudah mengimbau bahwa selama proses perbaikan darurat, jembatan Comal tidak boleh dilalui truk dan bus yang melebihi muatan 10 ton.
Kini, di sekitar jembatan diduga terjadi aksi praktik pungli dan suap kepada anggota kepolisian, sehingga truk dan bus tetap bisa melintas meski jembatan Comal masih dalam kondisi perbaikan hingga 2-3 bulan ke depan.
"Pemalang A1. Mereka (sopir bus dan truk) dari arah timur dari Jakarta menuju ke Semarang kena Rp 30 ribu per unit di Pos Polisi Blandong Comal. Bus dari arah barat, Semarang ke Jakarta sama Rp 30 ribu kena di Pospol Ampel Gading. praktik pungli itu sudah berlangsung selama waktu H+1 sampai H+7 lebaran," ungkap salah seorang pengelola bus yang ada di Pekalongan, Jawa Tengah.
Sementara sumber di Mapolda Jateng, mengatakan praktik pungli ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Selain itu praktik pungli yang dilakukan dengan cara melempar korek berisi uang diduga kepada petugas polisi dari sopir truk juga dilakukan pada jam-jam tertentu.
"Ya betul! A1! praktik punglinya dari oknum anggota polisi Satlantas setempat antara pukul 22.00 WIB atau jam 10 malam sampai 08.00 WIB pagi. Bahkan ada yang dengan sengaja memasang kotak amal seperti kotak amal dalam masjid, kotak amal itu ditaruh di sekitar jembatan," tutur sumber dari merdeka.com di Mapolda Jateng itu.
Pejabat Pemegang Komitem Bina Marga, Ya'fur saat dikonfirmasi membenarkan Jembatan Comal kembali ambles dan retak.
"Itu terjadi akibat kendaraan angkutan berat dengan tonase di atas 20 ton melintas di atas Jembatan Comal dalam beberapa hari terakhir. Struktur jembatan ambles karena oprit turun 10 sentimeter. Selain membuat ketinggian berbeda pada sisi jembatan yang ambles, sandaran sebelah utara jembatan juga bergetar ketika kendaraan besar melintas,"jelasnya
Perbaikan jembatan secara permanen sudah dimulai di sisi Selatan, yang kini sudah pada tahap pengisian palung. Juga pengerjaan saluran bawah permukaan tanah karena air bawah tanah berpengaruh ke struktur jembatan.
Untuk mengantisipasi kemacetan akibat perbaikan permanen jembatan sisi selatan dan jembatan ambles lagi jembatan sisi utara, Polres Pekalongan menyiapkan jalur alternatif. Kepala Satuan Lalulintas Polres Pekalongan Ajun Komisaris Pranata mengatakan, pihaknya juga memasang rambu dan mengerahkan personel untuk berjaga 24 jam.
"Rekayasa lalin dilakukan dengan menyesuaikan keadaan yang ada yakni Jika frekuensi kendaraan yang lewat berkurang dilakukan pembukaan Jembatan Comal untuk dua arah dan jika padat dilakukan sitem buka tutup," ungkap Kepala Unit Dikyasa Satlantas Polres Pemalang Iptu Nurdinowo.
Selain dilakukan rekayasa lalu lintas di sekitar jembatan, kata Kepala Unit Dikyasa Satlantas Polres Pemalang Iptu Nurdinowo, kepolisian juga meminta bantuan Dishubkominfo Pemalang menyediakan alat ukur timbangan.
"Karena alat belum terpenuhi, maka dilakukan pengecekan buku uji kelayakan kendaraan dan surat barang sebelum melintas Jembatan Comal," pungkasnya.