
Foto: Jokowi di Monas. ©2014 Selain Berita
Reporter: Dudi Anggoro
Selain Berita - Dikawal Paspampres, Begini Cara Jokowi Tetap Dekat Dengan Rakyat | Setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan pilpres yang diajukan Prabowo-Hatta, presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) langsung resmi mendapat pengawalan dari anggota Grup D Paspampres.
Berdasarkan aturan standar protokoler, total ada 37 anggota Paspampres, tujuh rangkaian mobil dan tiga motor pengamanan yang akan terus mengawal Jokowi. Mengaku tak bisa menolak kehadiran Paspampres, Jokowi menegaskan akan membuat pengamanan terhadap dirinya tidak terlalu ketat.
Apalagi, kegiatan blusukannya menuntut mobilitas yang tinggi dan tidak ingin dikawal dengan jumlah Paspampres terlalu banyak. Setelah berunding dengan komandan Paspampres yang mengawalnya, akhirnya dicapailah win win solutions bagi Jokowi dan Paspampres.
Apa saja isi kesepakatan itu? Berikut rangkumannya:
1. Cukup 7 iringan mobil kepresidenan
Saat menghadiri acara relawan Projo, di Kelapa Gading, Sabtu (23/8), Jokowi mengungkapkan hasil pertemuannya dengan komandan Paspampres yang mengawalnya.
"Tadi malam sudah saya kumpulkan semuanya. Kita hitung rombongan nanti berapa. Kalau normal katanya 22 mobil. Saya sampaikan ndak, saya ingin lebih simpel, yang paling kecil, tetapi tetap standar keamanan ada. Hitung-hitungannya ketemu tujuh mobil," kata Jokowi.
2. Jokowi masih mau naik Kijang
Jokowi mengaku ditanya Paspampres begini: Bapak lebih nyaman naik apa? Jokowi mengaku menjawab, "saya naik apa-apa nyaman. Pakai becak nyaman, pakai bajaj nyaman, pakai angkot nyaman, pakai Kijang nyaman, pakai Mercy nyaman. Semuanya nyaman. Saya gak pernah birahi terhadap mobil," ujarnya saat menghadiri acara Relawan Projo di kawasan Kelapa Gading, Sabtu (23/08).
Jokowi datang ke acara itu dengan menggunakan mobil sedan Mercedes Benz yang disediakan Sekretariat Negara buatan tahun 2008. Mobil yang dia pakai sudah antipeluru sesuai standar keamanan presiden.
"Tetapi memang saya akan melihat. Ini kan masih nyoba kan. Apakah memungkinkan pakai Kijang misalnya. Saya ndak ngerti," kata Jokowi.
3. Tetap bisa blusukan
Selain jumlah iring-iringan mobil, Jokowi juga membahas soal blusukan dengan para anggota Paspampres.
"Oh enggak, tadi malam sudah saya sampaikan (ke Paspampres). Meskipun pengamanannya ketat, tapi saya tidak ingin terjadi jarak antara saya dan masyarakat," ujarnya saat menghadiri acara Relawan Projo di kawasan Kelapa Gading, Sabtu (23/08).
Cara blusukan nanti bagaimana? Jokowi menjawab, "Sudah-sudah, Paspampres sudah ngerti. 'Oh bisa pak' katanya (Paspampres). Kalo saya mau ini bisa ndak? 'Oh ga apa-apa pak, yang penting beritahukan kepada kami. Kan enggak mungkin saya beritahu semua. Kalau blusukan spontan bagaimana? 'Oh gak apa-apa pak'."
Jokowi menambahkan, saat menjabat sebagai presiden nanti dia mengaku tetap bisa dekat dengan rakyat. "Tetap. Tadi malam kita diskusi sama komandan-komandan, katanya enggak masalah," ujarnya.