
Foto: Dalang Ki Enthus. ©2013 Selain Berita
Reporter: Benny Wijaya
Selain Berita - Bupati Tegal Ancam Usir Warganya Jika Terlibat ISIS | Jajaran Forkompinda Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah secara serentak menggelar rapat koordinasi (Rakor) membahas permasalahan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) dan langkah antisipasinya, Kamis (14/8). Bupati Tegal, Enthus Susmono menyatakan dengan tegas akan mengusir warganya yang secara sengaja menyebarkan virus ISIS di kota yang terkenal dengan teh pocinya ini.
"Saya akan mengusir warga Slawi apabila tertangkap tangan mengikuti paham ISIS. Pasalnya, di Indonesia bukanlah tempat yang tepat untuk menyebarluaskan virus ISIS," tegas Bupati Tegal Enthus Susmono di sela-sela Rakor terkait maraknya pengikut dan ISIS yang merebak saat ini, Kamis (14/8).
Enthus juga mengimbau kepada masyarakat, agar mewaspadai dan melaporkan aktivitas yang mencurigakan kepada aparat penegak hukum. Dia meminta kepada masyarakat untuk tidak memberikan tindakan secara sepihak.
"Jangan sampai warga menjadi anarkis saat mengetahui adanya kegiatan ISIS. Kita harus memastikan terlebih dahulu dan tidak berasumsi negatif," jelasnya saat memberikan sambutan di Pendopo Ki Gede Sebayu.
Kapolres Tegal, AKBP Tommy Wibisono, menjelaskan, sesuai data yang tercatat di Pemkab Tegal terdapat 1,8 juta penduduk yang beragama Islam. Hal ini juga sangat berisiko untuk perekrutan anggota ISIS yang sudah menjamah wilayah Jateng.
Berdasarkan hasil pantauan dari Bhabinkamtibmas, lanjut Tommy, terdapat beberapa warga yang dicurigai ikut tergabung dalam ISIS di 18 kecamatan se-Kabupaten Tegal. Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kapolres Brebes AKBP Ferdy Sambo memaparkan, sesuai dengan perintah yang telah ada akan dengan tegas menindak keberadaan jaringan ISIS. Jika didapati tanda-tanda keberadaan jaringan yang sangat berbahaya ini, pihaknya tidak akan menunggu lama lagi untuk bertindak.
"Ada bendera ISIS berkibar di Brebes saya akan bakar, kita tangkap anggotanya dan kita proses," tegasnya.